Rabu, 04 Pebruari 2009
Merapatnya sejumlah tokoh politik ke Prabowo Subianto diyakini jadi amunisi baru bagi Gerindra untuk memenangkan Pemilu 2009 ini. Apalagi, dalam beberapa survey politik, nama Prabowo dan Gerindra tergolong moncer, mampu menyodok tokoh senior dari partai lama. Seberapa besar peluangnya?
Benarkah masuknya tokoh-tokoh politik baru, seperti Permadi dan elit lainnya, akan mampu menambah energi bagi partai berlambang burung garuda ini?
Pengamat politik dari Charta Politika, Bima Aria Sugiarto, menilai merapatnya sejumlah elit politik ke Gerindra jelas akan menambah kekuatan baru bagi Prabowo. Bisa-bisa, tambahan energi itu mampu menjadi peluang bagi mantan Danjen Koppasus itu merebut kursi presiden yang kini digenggam sejawatnya, Susilo Bambang Yudhoyono.
Bagaimana Bima Aria menggambarkan peluang itu? Berikut ini wawancara lengkapnya: Bagaimana komentar Anda perihal merapatnya tokoh politik gaek ke kubu Prabowo Subianto, seperti politisi PDIP Permadi?
Ada beberap factor. Pertama, karena termarjinalisasikannya orang tersebut dari rumah lamanya (partai politik). Jadi kalau orang-orang ini di rumah lama dan bisa eksis, saya kira tidak ada pikiran untuk menyeberang. Jadi semua elit yang menyeberang dari partai lamanya, itu bermasalah. Termasuk Prabowo yang keluar dari Golkar, karena tidak enjoy di Golkar. Apalagi level Permadi dan lainnya.
Kedua, karena ideologis. Ini bisa jadi karena kedekatan pemikiran dan perspektif politik Prabowo dianggap dianggap lebih bisa memperjuangkan ideologi yang dianggap benar. Ketiga, lebih kepada pemahaman persepsi bahwa saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkarakter, seperti Prabowo yang keras dan kokoh.
Apa implikasi politik bagi Prabowo Subianto untuk memuluskan jalan menuju RI-1 dengan berkumpulnya para ‘bintang gaek’ ini?
Saya kira itu hanya untuk mekperkuat posisi tawar dan pencitraan ke publik. Posisi tawar yang dimaksud pada level elit politik dan lobi. Tokoh elit ini akan memperkuat posisi tawar Prabowo, karena menjadi elemen yang cukup menentukan dalam kegiatan lobi memperluas netwotrking di level elit.
Selain itu, akan berdampak pencitaran ke publik. Semakin banyak tokoh publik yang berkumpul ke Prabowo, maka itu itu juga pengaruh.
Apakah dengan kondisi ini akan menjadikan Prabowo sebagai kuda hitam di tengah pertarungan Yudhoyono-Mega?
Saya kira peluang untuk menjadi kuda hitam masih terbuka bagi Prabowo. Berdasarkan survey, figur Prabowo terus menguat sebagai penantang SBY dan Mega. Meski tidak menutup kemungkinan, Prabowo menjadi wapres Mega. (Inilah.com)
diambil dari Partai Gerindra bagi yang nge-FANS dengan Prabowo Subianto klik disini





No comments:
Post a Comment